INDEN TAHUN PELAJARAN 2028/2029 SUDAH DIBUKA
Muhammad Dinul Haq Firdaus juara pertama Poomsae Semi Prestasi Cadet M Individual pada Kejurprov Taekwondo Indonesia di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 29 Agustus 2026
Lima atlet taekwondo SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (Almadany) Kebomas Gresik melangkah ke arena dengan keberanian yang terlatih.
Mereka bukan sekadar membawa nama sekolah, tetapi juga menguji kemampuan di tengah persaingan pelajar Jawa Timur.
Kejuaraan Provinsi Taekwondo Indonesia Piala Gubernur Jawa Timur Antar Pelajar 2026 berlangsung di Gelanggang Kenjeran Park, Surabaya.
Kompetisi tersebut berlangsung selama empat hari, Kamis hingga Ahad (27–30/8/2026). Dari arena itu, lima siswa SD Almadany berhasil membawa pulang medali.
Prestasi tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi sekolah yang terus mengembangkan potensi akademik dan nonakademik siswanya.
Baca juga: Pengajian SD Almadany Bahas Pengelolaan AUM yang Amanah
Lima atlet tersebut tampil pada nomor poomsae dan kyorugi dalam kategori berbeda sesuai kelompok usia mereka.
Muhammad Dinul Haq Firdaus dari kelas VI Brantas meraih juara pertama. Ia menjadi juara pertama Poomsae Semi Prestasi Cadet M Individual.
Sementara itu, Adya Ahza Al-Ghazali dari kelas VI Bengawan Solo meraih juara kedua. Adya menempati posisi kedua Kyorugi Semi Prestasi Cadet 46. Muhammad Khalif Sakha Kenedyanto dari kelas VI Brantas meraih prestasi serupa.
Khalif berhasil menjadi juara kedua Kyorugi Semi Prestasi Cadet. Kemudian, Muhammad Akhir Ar Rafif Firdaus dari kelas IV Maro meraih juara ketiga.
Baca Juga: Almadany Kids Little Scientist, Awal Petualangan 64 Calon Siswa
Rafif menempati posisi ketiga Kyorugi Semi Prestasi Pra Cadet CM-30. Sementara itu, Bjorn Raqilla Perwira dari kelas III Maraja juga meraih juara ketiga. Bjorn berhasil menempati posisi ketiga Kyorugi Semi Prestasi Pra Cadet BM-36.
Muhammad Azhim Ar Rafif Firdaus mempersembahkan medali perunggu Kejurprov Taekwondo Indonesia di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 29 Agustus 2026 (Tagar.co/Dok. Keluarga).
Lima atlet taekwondo SD Almadany membawa pulang lebih dari sekadar medali. Mereka memperoleh pengalaman berharga dari atmosfer pertandingan tingkat provinsi.
Di arena, setiap gerakan menuntut keberanian, konsentrasi, dan kemampuan membaca situasi. Karena itu, pertandingan menjadi ruang belajar yang tidak mereka temukan sepenuhnya di dalam kelas.
Kejuaraan tersebut mempertemukan pelajar dari berbagai daerah di Jawa Timur. Mereka datang dengan kemampuan dan pengalaman masing-masing untuk menguji hasil latihan.
Bagi para atlet muda, pengalaman bertanding menjadi bagian penting dalam proses pembentukan mental. Mereka belajar menghadapi tekanan, menjaga fokus, serta menerima hasil pertandingan dengan lapang.
Bjorn Raqilla Perwira (tengah) peraih medali perunggu Kejurprov Taekwondo Indonesia di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 29 Agustus 2026 (Tagar.co/Dok. Sekolah).
Lebih jauh, kejuaraan tersebut juga membawa misi pembinaan atlet masa depan. Kompetisi menjadi salah satu ruang untuk menemukan bibit potensial bagi perkembangan taekwondo Jawa Timur.
Ketua Umum Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Jawa Timur, Mayjen TNI (P) Yusman Madayun, S.I.P., menegaskan pentingnya proses tersebut.
Ia menyampaikan hal itu saat membuka Kejurprov Taekwondo Indonesia Jawa Timur.
“Kejuaraan yang kita laksanakan hari ini bukan hanya menjadi ajang untuk meraih prestasi dan mengukur kemampuan atlet,” ujar Yusman.
Baca Juga: Pelukan, Air Mata, dan Hadiah Cinta Mewarnai Pelepasan Siswa SD Almadany
Menurutnya, kompetisi juga menjadi bagian dari komitmen membangun prestasi taekwondo Jawa Timur. Dengan demikian, setiap pertandingan memiliki arti lebih luas daripada sekadar mengejar podium.
Para pelajar mendapat kesempatan mengukur kemampuan sekaligus mengenal atmosfer pertandingan yang sesungguhnya. Pengalaman itu menjadi bekal penting untuk perjalanan mereka sebagai atlet.
M. Khalif Sakha Kenedyanto peraih medali perak di Kejurprov Taekwondo Indonesia di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 29 Agustus 2026 (Tagar.co/Dok. Keluarga).
Lima atlet Taekwondo SD Almadany mendapat apresiasi dari Kepala SD Almadany, Lilik Isnawati, S.Pd., M.Pd. Ia menyampaikan rasa senang sekaligus bangga atas pencapaian anak didiknya.
Lilik ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (1/9/2026), setelah para siswa menyelesaikan perjuangan di arena. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan keberanian siswa dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki.
Sekolah, kata Lilik, berkomitmen memfasilitasi bakat siswa melalui berbagai kegiatan. Bakat tersebut tidak hanya berkaitan dengan bidang akademik, tetapi juga olahraga dan bidang lainnya.
“SD Almadany akan terus melahirkan bibit-bibit unggul,” tutur Lilik.
Ia menegaskan sekolah terbuka terhadap berbagai kegiatan yang memberi dampak positif bagi perkembangan siswa.
Baca juga: Aksi Siswa SD Almadany Tebar Keberkahan
“Kami selalu terbuka dan siap mencoba hal-hal baru, selama itu berdampak baik bagi perkembangan siswa-siswi kami,” lanjutnya.
Menurut Lilik, setiap anak memiliki potensi yang perlu dikenali dan dikembangkan secara berkelanjutan. Karena itu, sekolah berusaha menyediakan ruang agar potensi tersebut tumbuh melalui pengalaman nyata.
Baca Juga: Pengajian Ahad Pagi PDM Gresik Ungkap Jejak Tokoh Muhammadiyah dalam Mengawal Kemerdekaan
“Bakat apa pun yang mereka miliki akan terus kami asah agar meraih prestasi maksimal,” katanya.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang memberi ruang bagi siswa untuk bertumbuh. Sebab, prestasi tidak lahir hanya dari kemampuan, tetapi juga dari kesempatan dan keberanian mencoba.
Adya Ahza Al-Ghazali raih medali perak di Kejurprov Taekwondo Indonesia di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 29 Agustus 2026 (Tagar.co/Dok. Keluarga).
Lima siswa SD Almadany akhirnya pulang dengan membawa medali dari arena Kejurprov. Namun, pencapaian tersebut bukanlah garis akhir perjalanan mereka.
Sebaliknya, pengalaman bertanding dapat menjadi pijakan untuk menatap kompetisi berikutnya. Mereka telah merasakan bagaimana latihan bertemu dengan tekanan pertandingan.
Di sisi lain, sekolah memperoleh gambaran tentang potensi yang dapat terus dikembangkan. Orang tua dan guru pun memiliki alasan baru untuk menjaga semangat latihan para siswa.
Baca juga: Walau Sudah di Spemupat, Kenangan Keakraban di SD Almadany Masih Melekat
Pada akhirnya, lima medali itu menyimpan cerita tentang keberanian anak-anak memasuki arena. Mereka belajar bahwa kemenangan membutuhkan persiapan, ketekunan, dan keberanian untuk menghadapi lawan.
Dari gelanggang Kenjeran Park, pengalaman itu menjadi bekal yang mungkin jauh lebih panjang daripada usia medali.
Sebab, bagi atlet muda, setiap pertandingan adalah satu halaman baru dalam perjalanan menuju prestasi. (#)
Jurnalis Mahfudz Efendi Penyunting Nadhirotul Mawaddah
Artikel ini juga di publikasihkan Oleh :
https://tagar.co/lima-atlet-taekwondo-sd-almadany-sabet-medali-kejurprov-jatim/