INDEN TAHUN PELAJARAN 2028/2029 SUDAH DIBUKA
Murid SD Almadany menjalani pemeriksaan kesehatan. Foto: Istimewa (19 08 2026
Kesehatan menjadi bagian penting dalam menunjang keberhasilan belajar siswa. Karena itu, UPT Puskesmas Kebomas, Gresik, bersama SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi seluruh murid kelas I hingga VI, Rabu (19/8/2026).
Gerakan
Muhammadiyah
Pemeriksaan tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan rutin sekolah. CKG menjadi bagian dari upaya deteksi dini untuk memastikan kondisi kesehatan siswa terpantau sejak awal sehingga potensi gangguan kesehatan dapat segera ditindaklanjuti.
Sebanyak 11 tenaga kesehatan dari Puskesmas Kebomas diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Mereka melakukan pemeriksaan fisik murid secara bertahap, mulai dari pengukuran tinggi dan berat badan untuk memantau indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, kesehatan mata dan penglihatan, telinga, hingga gigi dan mulut.
Skrining berlangsung di dua lokasi. Siswa kelas I dan V menjalani pemeriksaan di Kelas I Kapuas, Gedung Banun Mansur. Sementara siswa kelas III, IV, dan VI diperiksa di Kelas 3 Melawi, Gedung H. Amanullah Adnan.
Sejak pagi, murid tampak berbaris mengikuti pemeriksaan di setiap pos kesehatan. Mereka menjalani pemeriksaan dengan tertib dan antusias.
Di salah satu pos, tenaga kesehatan mengukur tekanan darah murid menggunakan tensimeter digital. Pemeriksaan lainnya difokuskan pada kondisi gigi dan rongga mulut untuk mendeteksi kemungkinan karies maupun gangguan kesehatan gigi sejak dini.
Koordinator Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SD Almadany, Nur Annisa, S.Pd.,Gr., mengatakan skrining kesehatan merupakan agenda penting karena sekolah dapat memperoleh gambaran dasar mengenai kondisi kesehatan murid.
“Lewat CKG kita bisa mengetahui rekam medis dasar murid. Jika menemukan indikasi masalah kesehatan, seperti mata minus atau gigi berlubang, sekolah dan orang tua bisa segera mengambil tindakan penanganan yang tepat,” kata Nur Annisa di sela-sela kegiatan.
Menurut dia, deteksi dini memungkinkan sekolah dan keluarga lebih cepat mengambil langkah ketika ditemukan masalah kesehatan pada siswa. Dengan demikian, gangguan kesehatan yang berpotensi menghambat aktivitas belajar dapat segera ditangani.
Bagi siswa, pemeriksaan kesehatan juga menjadi pengalaman edukatif. Mereka tidak hanya diperiksa, tetapi sekaligus diperkenalkan pada pentingnya mengenali dan menjaga kondisi tubuh.
Hal itu dirasakan Gandi Jenokawakibi, siswa kelas III yang akrab disapa Jeje. Ia mengaku sempat merasa grogi ketika akan menjalani pemeriksaan tekanan darah.
“Tadi sempat grogi waktu mau periksa tensi. Ternyata tidak sakit sama sekali, cuma seperti dipeluk lengannya. Seru bisa tahu kalau badan saya sehat,” ujar Jeje sembari tersenyum.
Kegiatan CKG di SD Almadany menunjukkan bahwa perhatian terhadap kesehatan anak tidak berhenti pada aspek akademik. Pemantauan kesehatan secara berkala menjadi bagian dari ikhtiar sekolah dan orang tua untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menjaga kesiapan mereka mengikuti proses pembelajaran. (*)
*) Penulis : Mahfudz Efendi | Editor : Agus Wahyudi
Artikel ini juga di publikasihkan Oleh :
https://pwmu.co/puskesmas-kebomas-deteksi-dini-kesehatan-murid-sd-almadany/
https://sabdanews.com/upt-puskesmas-kebomas-cek-kesehatan-murid-sd-almadany/